Buat kamu mahasiswa akhir, kadang ngerasa bosen karena hidupmu hanya terkungkung dengan skripsi dan revisi. Nah, coba deh buat melakukan hal-hal menyenangkan yang bisa merefresh pikiran dan bisa ngembaliin mood ngerjain skripsimu.
1. Jalan-jalan
Jangan terlalu ngoyo buat ngerjain tugas akhirmu ini, kecuali kamu emang udah punya deadline harus segera lulus! Tutup laptop dan pergi ke suatu tempat yang bisa bikin kamu rileks, tenang. Kamu bisa dateng ke tempat wisata alam, bukan mall yang justru bisa nambah stress, apalagi ke mall-nya bareng pacar terus pacar minta dibeliin ini itu, haha..
2. Kerja part time
Selain ngabisin tenaga dan pikiran, skripsi harus diakui ngabisin duit juga buat ngeprint tulisan kamu. Belum lagi kalau harus revisi, biaya cetak bisa membengkak! So, dengan kerja part time seenggaknya bisa membantu biaya skripsi dan hidup kamu sehari-hari. Kamu bisa pilih kerjaan yang nggak banyak menyita waktu, seperti jaga warnet, jadi abang ojek online, atau pekerjaan yang bisa kamu lakuin di rumah, seperti freelance writer, jasa katering, maupun online shop. Hmm.. kebayang kan, waktumu nggak cuma habis buat mikirin skripsi, tapi bisa nambah pundi-pundi kantong kamu buat masa depan setelah lulus nanti :)
3. Menjadi sukarelawan / volunteer
Banyak manfaat yang bisa kamu rasakan ketika kamu menjadi seorang sukarelawan. Punya banyak teman, belajar berbagi tanpa pamrih, dan segudang manfaat lain yang akan kamu dapatkan, khususnya non material.
Nah, kan.. kalo kamu ngerasa bosen sama skripsimu, coba lakuin hal-hal di atas. Salam mahasiswa akhir!
Home / All post
Hal yang harus kamu lakukan sebelum menikah!
Ada yang bilang kalo setelah menikah nanti kita nggak bakal
bisa ngelakuin lagi hal-hal yang biasa kita lakuin sama temen-temen, pacar,
atau bahkan sendirian. Karena kita nggak tau seperti apa pasangan kamu nanti.
Nah, sebelum itu, hal apa aja yang patut kamu coba sebelum menikah?
1.
Solo
travelling
Mungkin kamu sering liburan bareng
pacar kamu, tapi coba deh buat mencoba solo travelling alias jalan-jalan
sendiri. Dijamin kamu bakal ngerasain atmosfer yang beda!
2.
Bisnis
atau Usaha
Menikah bukan soal urusan satu hari,
namun masa depanmu bersama pasangan untuk waktu yang lama. Nah, sebelum
menikah, kamu harusnya sudah mengenyam pahit getirnya kerja, lebih bagus lagi
kalo bisnis pribadi. Jadi di masa pernikahanmu kamu tidak akan memiliki masalah
finansial. Apalagi harus merepotkan orang tua padahal kamu sudah berkeluarga.
3.
Nakal
sebelum menikah
Hmm maksudnya, ketika kamu memutuskan
untuk menjalin hubungan pernikahan, kamu benar-benar serius pada seseorang yang
membuatmu hidup sepenuhnya. Bukan lagi anak “ndugal” yang masih tertarik sama
lirikan cewek/cowok lain. Orang yang memutuskan menikah tentu sudah melewati
proses yang akhirnya membuat kamu yakin menaruh hati hanya pada satu orang.
Kira-kira kamu yang belum menikah, apa hal yang kamu rasa
harus kamu lakuin?
Magang di TV!
Hallo,
udah lumayan lama nggak nulis disini. Kali ini aku mau share pengalaman magang
yang baru aja kelar akhir bulan November kemarin. Aku ngambil divisi news di
salah satu televisi swasta di Jogja. Sebelumnya aku sudah ketrima di bagian
Humas & Protokoler Kantor Gubernur DIY, tapi berhubung masih bisa masuk
periode Oktober – November di TV tersebut, aku ambil. Karena memang aku pengen
magang di TV, walau sebenernya kalau bisa sih di TV nasional Jakarta. Tapi
setelah mempertimbangkan banyak hal, salah satunya living cost, apa daya deh, di Jogja aja muihihi :3
Aku
ditempatin sebagai asprod (asisten produksi). Tugasnya bantuin produser ngurus
segala yang berhubungan sama produksi berita (on air maupun off air). Nyortir
naskah & video, ngedit naskah, voice
over, bikin rundown & teleprompter, ngecekin keperluan
sebelum-saat-setelah on air.
Ada
4 kali on air berita dalam sehari, yaitu jam 7 pagi, 12 siang, setengah 7 malam
dan setengah 11 malam. Juga ada live berita
terkini di jam 9 & 10 pagi dan 3 & 4 sore.
Karena
aku shift pagi (07-15) dan siang (12-20), aku nggak pernah liat langsung proses
produksi berita malam. Untuk berita pagi sendiri formatnya lebih fresh, nggak
kaku. Ada 3 presenter dan 1 presenter nya nanti akan membawakan berita dalam
bahasa Jawa. Sebelum segmen berita Jawa biasanya ada dialog bersama perusahaan,
komunitas atau kelompok tertentu yang bekerja sama.
Di berita siang presenter hanya
satu, biasanya berdiri. Formatnya lebih formal. Sedangkan di jam setengah 7
malam ada dua presenter (laki-laki – perempuan) duduk dan di akhir segmen akan
dilanjut dengan berita bahasa Jawa (stand
up).
Presenter
sifatnya hanya membacakan lead,
berita yang disajikan sudah berbentuk paket dengan VO.
Selama
kurang lebih satu setengah bulan masa tugas disana, jujur aku merasa sedikit
kesulitan untuk bisa nge-floor
bersama crew maupun presenter. Hari pertama aku setelah dikenalin sama
orang-orang news, aku diajarin bikin running
text. Kayaknya gampang ya, tinggal ambil headline nya aja langsung copast. Tapi ternyata nggak segampang
itu. Ngerangkum suatu berita yang hanya dalam beberapa kata tapi harus mencakup
semua isinya, itu cukup bikin mikir. Plotting beritanya juga harus diurutin,
misal dari daerahnya, aspeknya, dll.
Alhamdulillah
untuk nge VO nggak ada masalah, paling karena aku keseringan bawain acara
informal, jadi penekanannya agak lebay. Berita kriminal aku VO-in berasa nonton
feature wkwk :P Beberapa crew juga bilang aku cocoknya di non news malahan.
Nah,
yang ini nih yang bikin aku kadang suka ngerutin jidat, ngedit naskah! Karena
keseringan nyortirin naskah dari kontributor daerah, dan masing-masing dari
mereka itu berbeda. Bahkan pernah ada produser yang dibikin hampir gila pas
ngedit naskah salah satu reporter. Karena produser di news itu nggak cuma satu,
dan aku ngikutin semua karakter mereka, aku jadi tau sih tipe-tipe naskah yang
dibikin sama masing-masing. Kadang pas aku ngedit terus dicek sama produser
satu, langsung OK, palingan cuma ditambahin atau diedit dikit. Kadang juga
misal aku ngedit terus dicek sama produser yang berbeda, aku musti nunggu lama
karena banyak banget revisinya.
Overall
sih kalau magang khususnya di daerah, harus pinter-pinter ngakrabin diri sama
semua crew dan JANGAN SOK TAU! Mending kalau mau nglakuin sesuatu yang kamu
nggak tau nanya dulu. Tapi juga jangan keseringan nanya, nanti kredibilitasmu
dipertanyakan. Karena anak magang itu dipikirnya ya harusnya udah ngerti sama
kerjaan sesuai job desk nya, jadi menurut aku, dari pengalaman yang aku rasain
sih, bersikaplah professional, sesuai diri sendiri.
Presentasi?
Kamu pelajar atau mahasiswa? Ini nih
beberapa kesalahan yang sering dilakuin kebanyakan dari kamu ketika melakukan
presentasi di depan kelas. Apa aja? Cek poin berikut ya!
1. Salah membuat power point.
Biasanya pelajar/mahasiswa hanya
“memindahkan” catatan yang mereka tulis ke lembar power point.
2. Membaca, bukan menjelaskan.
Hali ini membuat mereka terkesan
tidak interaktif karena tatapan mereka terfokus pada tulisan, bukan audience.
Padahal, eye contact adalah hal penting ketika kita melakukan suatu public speaking
3. Menghindari pertanyaan sulit.
Karena belum siap atau tidak memiliki
pengetahuan luas soal materi yang dibawakan, presentator hanya memaparkan hal
simple dan tidak menggali kajian lebih dalam. Padahal dalam suatu presentasi,
dibutuhkan diskusi untuk memecah
permasalahan.
4. Tidak PD
Nah, ini bisa disebabkan beberapa
faktor, misal tidak terbiasa bicara di depan umum, berpikir audience-nya lebih
pinter, dll.
Nah, bagaimana sih seharusnya yang
dilakukan agar presentasi kita berhasil?
1. Persiapkan materi dengan baik.
Kamu nggak harus tahu semua hal
tentang apa yang akan dipresentasikan, at least kamu punya persiapan ketika
nanti audience menanyakan sesuatu. Buat sajian power point sesimpel mungkin,
tidak ribet.
2. Jaga kontak mata dengan audience.
Terus, gimana ngapalin materinya? Well, materi bukan untuk dihafal, namun dipahami. Ketika
kamu paham, maka akan dengan mudah menyampaikannya lagi kepada audience. Tips
buat kamu yang grogi menata audience, tataplah bagian dahinya. It does help a lot!
3. Jangan takut salah.
Ketika audience meyodorkan pertanyaan
yang kamu tidak bisa jawab, kamu tawarkan alternatif jawaban, jika tidak kamu
bisa meminta bantuan pada audience lainnya. Debat dalam suatu presentasi wajar,
dan itu bukan soal menang-kalah, namun menemukan solusi.
4. Percaya Diri
Banyak orang yang merasa
presentasinya gagal karena tidak percaya diri, padahal materi yang dibuat
sebenarnya bisa disampaikan dengan sempurna. Ketidakpercayaan diri memang
menjadi masalah besar bagi sebagian orang, terlebih mereka yang tidak biasa
berbicara di depan orang banyak. Membangun kepercayaan diri memang tidak mudah.
Bagi seorang public speaker yang sudah memiliki jam terbang pun masih sering
mengalami masalah ini. Jadi yaa, memang harus dibiasakan sih. Jangan takut, audience
bukan monster J
So, mari belajar berproses menjadi
public speaker yang baik!
Pembajakan? It’s so last year..
Dunia musik emang nggak pernah
terpisahkan sama issue pembajakan ini. Bahkan akhir-akhir ini beberapa musisi
gencar menggalakkan aksi no piracy. Tapi, dari pembajakan ini ada beberapa
manfaat juga untuk beberapa musisi Indonesia. Issue ini sendiri udah lama
banget, dan sampe sekarang masih jadi musuh besar industri musik tanah air.
Well, ngomongin soal pembajakan dan
musisi yang diuntungkan dari pembajakan ini, let say band hits beraliran
melayu, Kangen Band. Band ini melejit namanya di tahun 2007 dan berkat
pembajakan, karier musik band ini makin booming. Di pasar, lapak, dan toko
pinggiran jalan CD album Kangen Band menjadi yang paling laris. Namun band ini
nyatanya nggak langgeng sampe sekarang.
Tapi piracy is a piracy, pasti
ngerugiin khususnya bagi pihak label dan musisi. Karena keuntungan finansial
dari penjualan CD album tidak masuk ke label maupun musisi. Inilah yang
mendorong beberapa musisi Indonesia untuk menolak keras aksi pembajakan.
Sekarang ini, kita udah masuk ke era
digital, dimana rilisan fisik berupa kaset/CD sudah tidak menjadi prioritas.
Udah jarang juga toko CD, bahkan yang kenamaan sekalipun banyak yang kunci
gembok. Musisi melaunching single dan album yang bisa dengan sekali klik
diunduh, misal di I-tunes. Karena sifatnya yang bisa dimainkan di gadget, dari
bangun pagi sampai mau tidur lagi. Namun lagi-lagi, musisi juga masih dihantui
oleh download ilegal yang kayaknya nggak bakal bisa dicegah lagi.
Namun rilisan fisik masih digemari
bagi pecinta aliran musik anti mainstream, seperti folks, underground. Dan
loyalitas mereka pada musisinya nggak sebatas saat hits-booming-lalu
tenggelam-dan hilang. Namun kesetiaan mereka bisa dibuktiin dengan koleksi
album dan hadirnya mereka di setiap sang musisi manggung.
Ketika banyak orang mengeluh karena
acara musik sekarang nggak ada yang oke, coba matiin TV kamu dan stalking social
media. Sekali kamu ketemu satu nama, kamu bakal “tenggelam” ke dalam “dunia
lain” yang mengubah pandanganmu tentang musik Indonesia. Kita punya banyak musisi
yang nggak cuma ngasih euforia sesaat.
Mari jadi penikmat musik yang cerdas!
Ada yang Hilang..
Ada
yang lagi terjebak dalam semester tua? Biasanya ada beberapa hal yang hilang
ketika kamu menjadi seorang mahasiswa semester akhir, yang kadang kita
rindukan.
1. Temen
Ketika
jaman awal-awal masuk kuliah, biasanya kamu gerombolan main bareng temen satu kelas,
bahkan yang beda kelas. Hal ini juga yang kadang bikin kamu dan temen
seangkatan dinyinyirin kakak angkatan. Tapi sekarang kamu ngerasain sendiri,
gimana sih seru dan edannya ketika hangout di kampus bareng genk. Dan giliran
kamu nyinyirin adek-adek angkatan kamu yang menurutmu katrok dan konyol.
Berarti dulu kamu juga begitu. Tapi sekonyol apapun, kamu bakal ngerinduin
temen-temen gilamu yang sekarang udah sibuk sendiri-sendiri sama skripsi,
bahkan malah udah lulus.
2. Kayak
orang ilang di kampus sendiri
Ini
karena kamu jarang di kampus. Sekalinya di kampus cuma buat ketemu dosen yang
kadang nggak jadi ketemu. Kamu ngerasa banyak yang berubah dari kampusmu. Dari
anak-anaknya, suasananya dan mungkin kamu ngerasa bukan bagian dari mereka
lagi. Tapi kamu masih harus disibukkan sama perjuangan nyelesaiin skripsi dan
rasanya pengen keburu kelar dan langsung wisuda aja besok pagi.
3. Jarang
nongkrong di kantin lagi
Gimana
mau nongkrong, udah ngga ada yang bisa diajakin makan bareng lagi. Nggak enak
dong nongkrong di kantin sendiri, yang ada ntar malah risih sama kehebohan adek
angkatan yang dateng serombongan dan lo nggak tau musti ngobrol sama siapa.
4. Selfie
Biasanya
jaman semester awal hampir setiap nongkrong bareng pasti ada sesi foto-fotoan
nggak jelasnya. Hal ini salah satu yang nggak bisa lo lakuin lagi ketika lo
menjadi mahasiswa semester akhir. Mau foto sendiri pasti rasanya beda ketika
bareng temen-temen.
Well,
mungkin ada beberapa hal lain yang mulai ilang pas lo masuk semester akhir
perkuliahan yang lo kangenin. Yang lagi skripsi jangan males-males buat
bimbingan ya. Jangan kejebak di kampus sendiri apalagi keduluan adek angkatan.
Salam agent of change!
KKN 86 - 42 UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
Hallo, lama tidak menulis.
Kali ini aku pengen share pengalaman
KKN yang aku jalani dari tanggal 25 Juni-31 Agustus 2015
kemarin. Awalnya agak kecewa sih karena tahu dapet tempat yang jauh dari rumah dan
kota. Bahkan aku sempet nyari temen untuk switch tempat dan mati-matian ke lembaga
but finally nggak di-acc.
Di KKN ini aku dipertemukan sama mahasiswa
yang semuanya belum pernah aku kenal. Dari 10 orang, cowoknya cuma 2 dan honestly
nggak ada yang bisa nyegerin mata K
*skip*
Ngomong-ngomong soal tempatnya sendiri,
yaitu Dusun Bibis, Kecamatan Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo,
pertama kali tiba disana ngerasa capek banget karena cukup jauh dan dengan medan
yang menanjak. Lebih merasa meh lagi pas tahu sinyal disana timbul tenggelam.Buat
sms aja pending terus, apalagi internetan :’(
Beberapa hari pertama bener-bener
kayak orang gila karena mungkin memang kita jarang merasakan kehidupan yang
berbeda dari keseharian kita di Jogja. Tapi lambat laun, kita mulai menyatu dengan
kebiasaan dan adat masyarakat disana.
Warga disana welcome banget sama kita.
Kalau ketemu pasti ngobrol panjang lebar seakan nggak ada jarak. Kita juga mengikuti
kehidupan mereka yang mayoritas petani. Ikut ke hutan cari kayu buat dijual,
ngerawat ternak (sapi, kambing, ayam, puyuh), dan segala kegiatan sehari-hari lainnya.
Pemuda-pemudi karangtaruna juga bikin
kegiatan KKN kita disana nggak ngebosenin karena mereka easy going banget. Diajak
jalan ayok, diajak kerja gass!
Di KKN ini banyak banget pembelajaran
yang aku dapetin. Belajar bersosialisasi, belajar hidup, dan yang penting diingat
dari KKN adalah, kita tidak mengajari masyarakat, tetapi justru mereka yang
memberikan kita pengalaman luar biasa dalam “berumahtangga”.
Terimakasih, Bibis!
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Diberdayakan oleh Blogger.